Nasihat
Usang…
“tidak semua masalah harus kau simpan kedalam dada
Pun demikian pula terhadap harta yang kau merasa punya
Keduanya timbul sebab tertawannya raga
Keduanya ada sejak tertitipnya indera”
“bukankah dahulu…. Kau tidak butuh itu semua ?
Bukankah yang lalu… kau bahkan tak mengenal masalah juga
harta ?
Bukankah saat itu, jauh sebelum wajahmu menjadi suram, kau
bahagia sedemikian adanya ?
Dan apabila … dan itu pasti aku dan kamu akan menuju kesana
Bilamana kau kembali kesana ? akankah kedua mahluk tersebut
kau bawa serta ?
Jika aku dan kamu sepakat bahwa mereka tidak juga menyerta
kesana…
Lalu untuk apa masalah dan harta memenjarakanmu kali ini,
disini berhari – hari ?
Akupun terpenjara olehnya … akupun terbuai gelimangnya …
Namun hanya karena aku tidak mampu melepaskannya, bukan
berarti aku berharap semoga kau juga mengalaminya …
Aku tau hatimu lebih luas dari cakrawala , relung jiwamu
lebih dalam dari penjara dajjal
Kau akan sanggup mengatasi itu semua … tidak padaku yang
kebetulan tak seputih rohmu…
Rasakan desah kabut malam yang menggigilkan sanubari…
Tajamkan pandanganmu pada sinar fajar berpendar …
Lekas temukan hakikat hidup disana …
Sementara aku … aku tak mampu mengikutimu
Derap nafasku kian lengah … tak mampu membelakangi bayangangmu
kesana…
Mungkin aku hanya akan menjadi bangkai…
Menjadi tumbal duniawi yang tamak dan dipenuhi belatung…
Memilih menjadi abdi munafik yang takut menyambut kebenaran
…
Sementara kamu … kamu adalah cahaya …
Kamu adalah karang yang gagah berani memecah ombak…
Kamu adalah pedang yang mampu membelah kapas tanpa mengubah
gerak angin disekitarnya…
Lekaslah kesana … dan memang tempatmu disana …
Bukan disini …
Jogja, januari 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar